Berbagai cara dilakukan orang agar terlihat lebih awet muda dari usia sebenarnya. Hal yang paling sering adalah dengan memakai produk kosmetik atau mengonsumsi suplemen tertentu. Padahal cara sederhana seperti tersenyum, sudah bisa membuat seseorang terlihat lebih muda.
Peneliti asal Jerman melakukan sebuah percobaan terhadap beberapa orang untuk menebak usia orang lain dengan melihat beberapa foto wajah dari 171 orang muda, setengah baya, dan lebih tua. Pada beberapa foto, menampilkan wajah yang tersenyum. Di sisi lain, diperlihatkan juga foto dengan ekspresi wajah marah, takut, jijik, atau sedih.
Dalam studi yang dimuat dalam Journal Cognition & Emotion itu, peneliti menunjukkan bahwa ekspresi wajah memiliki pengaruh besar pada berapa orang dengan usia lebih tua. Tersenyum ternyata membuat penampilan seeorang menjadi lebih muda. Bahkan, kebanyakan orang cenderung meremehkan usia seseorang ketika melihat foto mereka yang sedang tersenyum.
Peneliti memberikan beberapa alasan terkait efek tersenyum terhadap usia. Pertama, akan sulit untuk mengatakan apakah kerutan yang terlihat di wajah ketika tersenyum bersifat sementara atau permanen. Kedua, dengan tersenyum seseorang akan terlihat lebih menarik dan memberikan efek positif layaknya anak muda. Sehingga orang lain akan menilai mereka lebih muda dari usia yang sebenarnya.*tribunnews.com
Baca Selengkapnya..
15 November 2011
16 February 2011
Valentine's Day, Penafsiran Cinta yang Keliru
Tanggal 14 Februari telah menjadi hari spesial yang ditunggu-tunggu oleh para remaja di dunia, tak terkecuali remaja di Indonesia. Mereka terlanjur meyakini hari ini sebagai hari kasih sayang yang harus diisi dengan perayaan istimewa. Mulai dari saling tukar kado, menyatakan cinta, ciuman, sampai seks bebas merupakan aktifitas yang turut mewarnai Valentine's Day.
Sejarah Valentine's Day
Valentine's Day yang kini dimaknai sebagai hari kasih sayang, tidak muncul dan diperingati begitu saja. Terdapat beberapa versi tentang asal-usul lahirnya Valentine's Day. Versi pertama, menurut catatan The World Book Encyclopedia (1998) disebutkan bahwa sejarah Valentine's Day bermula dari sebuah kepercayaan di Eropa. Kepercayaan kuno ini menyebutkan bahwa cinta burung jantan dan betina mulai bersemi pada tanggal 14 Februari. Burung-burung memilih pasangannya pada hari itu.
Berdasarkan kepercayaan kuno dikalangan masyarakat Eropa kala itu, lalu kemudian mereka menganjurkan agar pemuda-pemudi memilih pasangannya di hari yang sama seperti berseminya cinta burung jantan dan betina. Apalagi dalam bahasa Perancis Normandia terdapat kata Gelantine yang berarti cinta. Persamaan bunyi antara Gelantine dan Valentine inilah yang dijadikan dasar penetapan hari kasih sayang.
Versi kedua, menghubungkan Valentine's Day ini dengan seorang pendeta. Menurut beberapa ahli sejarah bahwa Valentine's Day diadopsi dari nama seorang pendeta bernama Saint Valentine. Dia ditangkap oleh kaisar Claudius II karena menyatakan Tuhannya adalah Isa Al-Masih. Dia juga menolak menyembah Tuhan-Tuhan orang Romawi. Kaisar lalu memerintahkan agar dia di penjara dan pada akhirnya dijatuhi hukuman gantung. Orang-orang yang bersimpati kepadanya, lalu menulis surat tentang kecintaan mereka kepada doa sang pendeta. Surat itu kemudian dipajang dan diikatkan di terali bekas penjaranya.
Sementara versi ketiga mengacu pada sebuah pesta yang dilakukan orang-orang Romawi
kuno yang disebut Lupercalia. Inilah versi terkuat yang diyakini kebenarannya hingga saat ini. Perayaan Lupercalia merupakan rangkaian pensucian di masa Romawi kuno. Upacara yang khusus dipersembahkan untuk mengenang dan mengagungkan dewi cinta (Queen of Feverish Love) yang bernama Juno Februata. Dalam pesta tersebut, para pemuda mengambil nama gadis di sebuah kotak secara acak. Nama gadis yang diambilnya tadi kemudian menjadi pendampingnya selama setahun untuk bersenang-senang.
Bergesernya Makna Valentine's Day
Seiring berjalannya waktu, tahun 496 M Paus Gelasius I mengubah upacara ini menjadi
hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine's Day. Upacara untuk menghormati
Saint Valentine yang mati digantung oleh kaisar Claudius. Dia digantung karena melanggar aturan kaisar yang melarang para pemuda untuk menikah. Kaisar Claudius
berpendapat bahwa tentara yang masih muda dan berstatus bujangan lebih tabah dan
kuat dalam medan peperangan.
Lelaki yang belum beristri lebih sabar bertahan dalam perang dibandingkan tentara yang sudah menikah. Oleh Karena itu, kaisar memerintahkan untuk melarang kaum laki-laki untuk menikah. Namun, Saint Valentine menentang kebijakan itu. Dia berpendapat bahwa pemuda-pemudi tetap harus mendapat ruang yang luas untuk melampiaskan hasrat cintanya. Dia lalu secara diam-diam menikahkan banyak pemuda.
Sejak orang-orang Romawi kuno mengenal agama Nasrani, maka pesta jamuan kasih sayang ini (pesta Lupercalia) lalu dikaitkan dengan upacara kematian Saint Valentine. Setelah Paus Gelasius menetapkan tanggal 14 Februari sebagai tanggal penghormatan buat Saint Valentine, maka akhirnya perayaan ini berlangsung secara terus menerus setiap tahunnya hingga sekarang.
Hari ini dijadikan sebagai momen untuk saling tukar menukar pesan kasih dan menempatkan Saint Valentine sebagai simbol dari para penabur kasih. Hari Valentine ditandai dengan saling mengirim puisi dan hadiah seperti bunga, cokelat, dan gua-gula. Hari Valentine juga diisi dengan acara kumpul-kumpul, pesta dansa, minum-minuman alkohol hingga pesta seks. Singkatnya perayaan kasih sayang ini dipersembahkan untuk mengagungkan Saint Valentine yang dianggap sebagai simbol ketabahan, kepasrahan, dan keberanian dalam memperjuangkan cinta.
Sikap Seorang Remaja
Lalu bagaimanakah seharusnya sikap kaum remaja khususnya pemuda-pemudi Islam? Haruskah mereka ikut hanyut dalam perayaan itu? Tentu jawabannya tidak. Karena Valentine's Day bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Valentine's Day bersumber dari paganisme orang musyrik penyembah berhala. Valentine's Day justru telah merendahkan dan mempersempit makna cinta.
Cinta dihargai sebatas cokelat, bunga mawar, greeting card, ciuman dan seks bebas. Valentine's Day juga menyempitkan kasih sayang hanya sehari saja. Padahal dalam Islam, kasih sayang itu perlu diaktualisasikan setiap saat dan disetiap tempat. Bahkan kita diperintahkan untuk menyebarkan kasih sayang kepada seluruh manusia.
Perayaan Valentine's Day juga menggiring remaja untuk melakukan seks. Hal itu dapat
kita saksikan dengan jelas dari propaganda mereka. Seorang pakar kesehatan di Inggris bahkan menganjurkan seks di hari Valentine. Direktur kesehatan British Heart Foundation yakni Prof Charles George mengungkapkan bahwa seks bebas tidak saja membakar 100 kalori dalam tubuh, tetapi juga sangat baik untuk kesehatan. Oleh karena itu, dia menganjurkan agar masyarakat di manapun, baik tua maupun remaja, hendaknya mengisi perayaan hari Valentine dengan pesta seks.
Olehnya itu, penulis secara pribadi dan sebagai pendidik mengajak kepada seluruh remaja khususnya pemuda-pemudi Islam untuk menjauhi dan tidak ikut-ikutan dalam perayaan ini. Siapa yang ikut merayakan Valentine's Day berarti dia telah merusak pribadinya sendiri sebagai muslim dan bahkan menjadi bagian dari mereka. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: "Barang siapa yang menyerupai sebuah kaum maka dia menjadi bagian dari mereka." (HR Abu Daud). *sumber www.Syakirin.net
Baca Selengkapnya..
Sejarah Valentine's Day
Valentine's Day yang kini dimaknai sebagai hari kasih sayang, tidak muncul dan diperingati begitu saja. Terdapat beberapa versi tentang asal-usul lahirnya Valentine's Day. Versi pertama, menurut catatan The World Book Encyclopedia (1998) disebutkan bahwa sejarah Valentine's Day bermula dari sebuah kepercayaan di Eropa. Kepercayaan kuno ini menyebutkan bahwa cinta burung jantan dan betina mulai bersemi pada tanggal 14 Februari. Burung-burung memilih pasangannya pada hari itu.
Berdasarkan kepercayaan kuno dikalangan masyarakat Eropa kala itu, lalu kemudian mereka menganjurkan agar pemuda-pemudi memilih pasangannya di hari yang sama seperti berseminya cinta burung jantan dan betina. Apalagi dalam bahasa Perancis Normandia terdapat kata Gelantine yang berarti cinta. Persamaan bunyi antara Gelantine dan Valentine inilah yang dijadikan dasar penetapan hari kasih sayang.
Versi kedua, menghubungkan Valentine's Day ini dengan seorang pendeta. Menurut beberapa ahli sejarah bahwa Valentine's Day diadopsi dari nama seorang pendeta bernama Saint Valentine. Dia ditangkap oleh kaisar Claudius II karena menyatakan Tuhannya adalah Isa Al-Masih. Dia juga menolak menyembah Tuhan-Tuhan orang Romawi. Kaisar lalu memerintahkan agar dia di penjara dan pada akhirnya dijatuhi hukuman gantung. Orang-orang yang bersimpati kepadanya, lalu menulis surat tentang kecintaan mereka kepada doa sang pendeta. Surat itu kemudian dipajang dan diikatkan di terali bekas penjaranya.
Sementara versi ketiga mengacu pada sebuah pesta yang dilakukan orang-orang Romawi
kuno yang disebut Lupercalia. Inilah versi terkuat yang diyakini kebenarannya hingga saat ini. Perayaan Lupercalia merupakan rangkaian pensucian di masa Romawi kuno. Upacara yang khusus dipersembahkan untuk mengenang dan mengagungkan dewi cinta (Queen of Feverish Love) yang bernama Juno Februata. Dalam pesta tersebut, para pemuda mengambil nama gadis di sebuah kotak secara acak. Nama gadis yang diambilnya tadi kemudian menjadi pendampingnya selama setahun untuk bersenang-senang.
Bergesernya Makna Valentine's Day
Seiring berjalannya waktu, tahun 496 M Paus Gelasius I mengubah upacara ini menjadi
hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine's Day. Upacara untuk menghormati
Saint Valentine yang mati digantung oleh kaisar Claudius. Dia digantung karena melanggar aturan kaisar yang melarang para pemuda untuk menikah. Kaisar Claudius
berpendapat bahwa tentara yang masih muda dan berstatus bujangan lebih tabah dan
kuat dalam medan peperangan.
Lelaki yang belum beristri lebih sabar bertahan dalam perang dibandingkan tentara yang sudah menikah. Oleh Karena itu, kaisar memerintahkan untuk melarang kaum laki-laki untuk menikah. Namun, Saint Valentine menentang kebijakan itu. Dia berpendapat bahwa pemuda-pemudi tetap harus mendapat ruang yang luas untuk melampiaskan hasrat cintanya. Dia lalu secara diam-diam menikahkan banyak pemuda.
Sejak orang-orang Romawi kuno mengenal agama Nasrani, maka pesta jamuan kasih sayang ini (pesta Lupercalia) lalu dikaitkan dengan upacara kematian Saint Valentine. Setelah Paus Gelasius menetapkan tanggal 14 Februari sebagai tanggal penghormatan buat Saint Valentine, maka akhirnya perayaan ini berlangsung secara terus menerus setiap tahunnya hingga sekarang.
Hari ini dijadikan sebagai momen untuk saling tukar menukar pesan kasih dan menempatkan Saint Valentine sebagai simbol dari para penabur kasih. Hari Valentine ditandai dengan saling mengirim puisi dan hadiah seperti bunga, cokelat, dan gua-gula. Hari Valentine juga diisi dengan acara kumpul-kumpul, pesta dansa, minum-minuman alkohol hingga pesta seks. Singkatnya perayaan kasih sayang ini dipersembahkan untuk mengagungkan Saint Valentine yang dianggap sebagai simbol ketabahan, kepasrahan, dan keberanian dalam memperjuangkan cinta.
Sikap Seorang Remaja
Lalu bagaimanakah seharusnya sikap kaum remaja khususnya pemuda-pemudi Islam? Haruskah mereka ikut hanyut dalam perayaan itu? Tentu jawabannya tidak. Karena Valentine's Day bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Valentine's Day bersumber dari paganisme orang musyrik penyembah berhala. Valentine's Day justru telah merendahkan dan mempersempit makna cinta.
Cinta dihargai sebatas cokelat, bunga mawar, greeting card, ciuman dan seks bebas. Valentine's Day juga menyempitkan kasih sayang hanya sehari saja. Padahal dalam Islam, kasih sayang itu perlu diaktualisasikan setiap saat dan disetiap tempat. Bahkan kita diperintahkan untuk menyebarkan kasih sayang kepada seluruh manusia.
Perayaan Valentine's Day juga menggiring remaja untuk melakukan seks. Hal itu dapat
kita saksikan dengan jelas dari propaganda mereka. Seorang pakar kesehatan di Inggris bahkan menganjurkan seks di hari Valentine. Direktur kesehatan British Heart Foundation yakni Prof Charles George mengungkapkan bahwa seks bebas tidak saja membakar 100 kalori dalam tubuh, tetapi juga sangat baik untuk kesehatan. Oleh karena itu, dia menganjurkan agar masyarakat di manapun, baik tua maupun remaja, hendaknya mengisi perayaan hari Valentine dengan pesta seks.
Olehnya itu, penulis secara pribadi dan sebagai pendidik mengajak kepada seluruh remaja khususnya pemuda-pemudi Islam untuk menjauhi dan tidak ikut-ikutan dalam perayaan ini. Siapa yang ikut merayakan Valentine's Day berarti dia telah merusak pribadinya sendiri sebagai muslim dan bahkan menjadi bagian dari mereka. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: "Barang siapa yang menyerupai sebuah kaum maka dia menjadi bagian dari mereka." (HR Abu Daud). *sumber www.Syakirin.net
15 July 2010
'Ritus Seks' di TransJakarta
Adhim tertimpa ‘musibah’. Pegang pantat mahasiswi membawanya ke penjara. Itu dilakukan di bus TransJakarta. Dia dikenai pasal tindakan tidak menyenangkan. Ancaman hukuman menunggunya. Dan akibat ‘tekanan’ dari banyak pihak, Adhim pun ditahan.
Negeri ini memang seperti hutan belantara bagi masyarakat bawah. Transportasi yang semrawut membuat mata berkunang-kunang sebelum sampai tujuan. Pengap dan sesak berebut angkutan, penumpang mirip ikan pindang ditegakkan. Berdiri baris berjajar, dan kalau ada yang turun, maka gesekan dan bertindihan tak terhindarkan.
Naik angkutan umum di Jakarta juga seperti sedang menjalani ritus suci. Nafsu amarah dikendalikan agar bus tidak berubah menjadi ring tinju. Dan nafsu seks wajib ‘dihilangkan’. Terutama jika berdempetan dengan lawan jenis. Bagaimana pun cantiknya ‘dempetan’ kita, hawa nafsu itu jangan diekspresikan. Jika sampai nafsu birahi menggelegak dan tangan atau pantat bereaksi, jangan menyesal jika terkena pinalti. Prittt ! Dilaporkan polisi.
Itu dialami Adhim. Pengangguran itu bergelantungan di bus TransJakarta. Dia berhimpitan dengan TS, mahasiswi sebuah perguruan tinggi. Gadis cantik bertubuh molek itu membuatnya bernafsu. Refleks tangannya bergerak. Dia gerayangi pantat gadis itu. Sang gadis berteriak, dan yang tak perlu terjadi terjadilah. Adhim dipidanakan.
Moda transportasi Jakarta memang memaksa orang tebal iman. Kita dipaksa untuk menjadi orang yang sabar dan bertawakal. Jangan marah diteriaki, dimaki, digencet dan didorong-dorong. Juga jangan ereksi saat dipaksa berbaris dempet, ketat, laki-perempuan yang kadang bagian sensitif bersenggolan. Kalau sampai tidak tebal iman, maka nasib yang dialami Adhim bukan mustahil menimpa yang lain.
Seorang teman berseloroh, beginilah pemerintah Daerah Khusus Ibukota (DKI) memberi pendidikan moral bagi rakyatnya. Menguji keimanan melalui desak-desakan laki-perempuan. Meredam amarah dan libido. Dan tak lama lagi akan diinstruksikan agar berzikir selama naik bus. Istighfar supaya selamat dari tindak kriminal.
Sebab jika tidak untuk itu, maka harusnya transportasi ini ditertibkan. Bus mengangkut penumpang dibatasi hanya pada jumlah bangku yang tersedia. Tidak kurang dan tidak lebih. Apalagi bus TransJakarta sejak beroperasi memang diarahkan ke sana. Sebagai angkutan eksklusif dengan fasilitas dan suasana yang mendorong kelas menengah tertarik meninggalkan mobilnya di rumah.
Kini eksklusivitas itu hilang sudah. Adhim ‘menunjukkan’ itu, dan Adhim-Adhim yang lain masih banyak menunggu terjerat. Ini merupakan kasus ketiga yang sempat ramai. Diributkan di tempat, dilaporkan ke polisi, tapi tidak lanjut ditangani. Dan Adhim merupakan orang pertama tersandung masalah pelecehan seksual di bus TransJakarta dan dipenjara.
Jika di TransJakarta baru kasus ketiga pelecehan seksual ini, tidak demikian dengan peristiwa serupa di bus umum dan Kopaja. Sesaknya penumpang menjadikan ‘pelecehan seksual’ menjadi peristiwa lumrah. Beberapa tahun lewat, kasus yang lebih ‘ngeri’ pernah terjadi. Mahasiswi cantik dijadikan ‘alat’ pemuas nafsu. Pantatnya (maaf) digesek-gesek pemuda, dan ulah itu ketahuan saat ejakulasi.
Sang pemuda memang diamankan. Dia mengaku terus terang melakukan itu. Dia bilang terangsang melihat kecantikan serta bentuk tubuh gadis yang berada di depannya. Setelah dihajar ramai-ramai dan babak-belur terkena hukum rimba, pemuda itu dilepas seraya minta maaf dan janji tidak mengulangi perbuatannya lagi.
Di bus kota jam-jam sekolah pelecehan seksual menjadi pemandangan umum. Itu dilakukan dengan sengaja atau ‘terpaksa’. Transporatsi umum yang tidak memadai membuatnya harus ‘dilecehkan’ atau ‘melecehkan’. Malah kalau ada gadis yang ‘terlalu’ sensitif bukan mendapat pembelaan tetapi justru sebaliknya, dicemooh.
Adhim memang tersangka. Dia tergelitik memegang pantat gadis yang ada di depannya. Tapi Adhim juga sekaligus korban. Korban dari moda transporatsi kita yang amburadul dan tidak manusiawi. Kalau Adhim tergolong penjahat kelamin, layak baginya dipidana seberat-beratnya. Tapi jika Adhim melakukan itu akibat jeleknya kondisi pelayanan bus TransJakarta yang merangsangnya melakukan pelecehan seksual, maka pemerintah DKI-lah yang layak untuk dipersalahkan.
Pemerintah DKI merangsang warganya yang baik untuk berbuat jahat. Melakukan ritus seks di bus TransJakarta! *(Djoko Suud) Copy Paste dari detiknews.com
Baca Selengkapnya..
Negeri ini memang seperti hutan belantara bagi masyarakat bawah. Transportasi yang semrawut membuat mata berkunang-kunang sebelum sampai tujuan. Pengap dan sesak berebut angkutan, penumpang mirip ikan pindang ditegakkan. Berdiri baris berjajar, dan kalau ada yang turun, maka gesekan dan bertindihan tak terhindarkan.
Naik angkutan umum di Jakarta juga seperti sedang menjalani ritus suci. Nafsu amarah dikendalikan agar bus tidak berubah menjadi ring tinju. Dan nafsu seks wajib ‘dihilangkan’. Terutama jika berdempetan dengan lawan jenis. Bagaimana pun cantiknya ‘dempetan’ kita, hawa nafsu itu jangan diekspresikan. Jika sampai nafsu birahi menggelegak dan tangan atau pantat bereaksi, jangan menyesal jika terkena pinalti. Prittt ! Dilaporkan polisi.
Itu dialami Adhim. Pengangguran itu bergelantungan di bus TransJakarta. Dia berhimpitan dengan TS, mahasiswi sebuah perguruan tinggi. Gadis cantik bertubuh molek itu membuatnya bernafsu. Refleks tangannya bergerak. Dia gerayangi pantat gadis itu. Sang gadis berteriak, dan yang tak perlu terjadi terjadilah. Adhim dipidanakan.
Moda transportasi Jakarta memang memaksa orang tebal iman. Kita dipaksa untuk menjadi orang yang sabar dan bertawakal. Jangan marah diteriaki, dimaki, digencet dan didorong-dorong. Juga jangan ereksi saat dipaksa berbaris dempet, ketat, laki-perempuan yang kadang bagian sensitif bersenggolan. Kalau sampai tidak tebal iman, maka nasib yang dialami Adhim bukan mustahil menimpa yang lain.
Seorang teman berseloroh, beginilah pemerintah Daerah Khusus Ibukota (DKI) memberi pendidikan moral bagi rakyatnya. Menguji keimanan melalui desak-desakan laki-perempuan. Meredam amarah dan libido. Dan tak lama lagi akan diinstruksikan agar berzikir selama naik bus. Istighfar supaya selamat dari tindak kriminal.
Sebab jika tidak untuk itu, maka harusnya transportasi ini ditertibkan. Bus mengangkut penumpang dibatasi hanya pada jumlah bangku yang tersedia. Tidak kurang dan tidak lebih. Apalagi bus TransJakarta sejak beroperasi memang diarahkan ke sana. Sebagai angkutan eksklusif dengan fasilitas dan suasana yang mendorong kelas menengah tertarik meninggalkan mobilnya di rumah.
Kini eksklusivitas itu hilang sudah. Adhim ‘menunjukkan’ itu, dan Adhim-Adhim yang lain masih banyak menunggu terjerat. Ini merupakan kasus ketiga yang sempat ramai. Diributkan di tempat, dilaporkan ke polisi, tapi tidak lanjut ditangani. Dan Adhim merupakan orang pertama tersandung masalah pelecehan seksual di bus TransJakarta dan dipenjara.
Jika di TransJakarta baru kasus ketiga pelecehan seksual ini, tidak demikian dengan peristiwa serupa di bus umum dan Kopaja. Sesaknya penumpang menjadikan ‘pelecehan seksual’ menjadi peristiwa lumrah. Beberapa tahun lewat, kasus yang lebih ‘ngeri’ pernah terjadi. Mahasiswi cantik dijadikan ‘alat’ pemuas nafsu. Pantatnya (maaf) digesek-gesek pemuda, dan ulah itu ketahuan saat ejakulasi.
Sang pemuda memang diamankan. Dia mengaku terus terang melakukan itu. Dia bilang terangsang melihat kecantikan serta bentuk tubuh gadis yang berada di depannya. Setelah dihajar ramai-ramai dan babak-belur terkena hukum rimba, pemuda itu dilepas seraya minta maaf dan janji tidak mengulangi perbuatannya lagi.
Di bus kota jam-jam sekolah pelecehan seksual menjadi pemandangan umum. Itu dilakukan dengan sengaja atau ‘terpaksa’. Transporatsi umum yang tidak memadai membuatnya harus ‘dilecehkan’ atau ‘melecehkan’. Malah kalau ada gadis yang ‘terlalu’ sensitif bukan mendapat pembelaan tetapi justru sebaliknya, dicemooh.
Adhim memang tersangka. Dia tergelitik memegang pantat gadis yang ada di depannya. Tapi Adhim juga sekaligus korban. Korban dari moda transporatsi kita yang amburadul dan tidak manusiawi. Kalau Adhim tergolong penjahat kelamin, layak baginya dipidana seberat-beratnya. Tapi jika Adhim melakukan itu akibat jeleknya kondisi pelayanan bus TransJakarta yang merangsangnya melakukan pelecehan seksual, maka pemerintah DKI-lah yang layak untuk dipersalahkan.
Pemerintah DKI merangsang warganya yang baik untuk berbuat jahat. Melakukan ritus seks di bus TransJakarta! *(Djoko Suud) Copy Paste dari detiknews.com
Subscribe to:
Posts (Atom)
<A> : Abg Kandangan Abi Bakar Aini Aryani Anangku Anak Santan Akhi Mustafa Akhi Iqbal Alvyanto Arek Sumber Ayu <B> : Bang Dhika Bisnis Dunia Bisnis Online 2000 Bisnis MP3 Player Bluishy Blogger Pesta Bogor Heldi <D> : Devosite Download4uhere Download Journal <C> : Cemis Complite <E> : Earns Adsense E-ducation05 Eeddy Prasetyo Eka-Punk Eko Agus W <F> : Fajarwidodo Farix Santips <G> : Goresan Tinta Kita <H> : Hafazah Haqiqie Herdi-blog Heldi Yudiatna Hidayatullah Hotmadjie Howto Tuorial <I> : Ifat Iwan Bastian Indonesia Digest Indonesia-Football <J> : Jirana 19 Joko Estanto J R Sophistic <K> : Kang Surya Kesehatan Gigi Kesejukan Kemayuku Kisah Imani Komunitas Hidayatullah Komasiondo <L> : Larva Putih Lookatme Alkifah <M> : Majalah Pribadi Madrasah Massahar Magetan City Maz Bow Mbah Jack Mbong Motor Memories Group <N> : New Blog Tips Neobonapate <O> :Online Bisnis <P> : PAUD Putri Ayu Pondok Muslimah Pojok Perpoes Portal Melilea Printer1 Puisi-Siaf <R> : Raniendiya Reviewcom Republiktips Rumah Islami <S> :SAR Hidayatullah Sopher Street-Game Syakirin Syakirin.co.cc Syakirin.net
<T> : Tafakur-tafakur Tokonjo The Collection Blog <V> : Vegetarian <W> : Wungkal.com







